Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-sh/2013/11/24 |
|
Minggu, 24 November 2013
|
|
Judul: Patah namun tidak terkulai Pemazmur di ayat-ayat 81-88 ini sepertinya ada pada kondisi serupa. Tekanan dari para musuh yang sombong (kurang ajar, 85) dan melawan Taurat membuat pemazmur merasa seperti kirbat (kantung minum yang dibuat dari kulit) yang tidak berguna karena sudah kering, sehingga digantung orang di dapur yang penuh dengan asap (80). Namun, pemazmur tidak kehilangan asa. Ia tetap percaya dan berharap kepada Tuhan, sesuai dengan janji firman-Nya. Oleh karena itu, di bagian berikutnya (89-96), pemazmur memuji-muji Tuhan dan firman-Nya. Tuhan yang Mahakuasa dan firman-Nya yang tidak berubah menjadi dasar dan kekuatan hamba-hamba Tuhan tidak sampai hancur. Betapa pun dunia ini dengan segala kekuatannya bisa menekan umat Tuhan, Tuhan jauh lebih berkuasa. Ayat terakhir bisa dimengerti sedemikian, betapa pun manusia bisa mencapai kesempurnaannya (paling tidak menurut anggapan orang sombong), Tuhan melampaui semuanya itu. Kalau Anda saat ini merasa sedang kering, patah, serta semangat dan iman Anda memudar, jangan menyerah. Kekuatan untuk bangkit memang bukan pada diri kita, melainkan pada Kristus. Dia yang sudah menang menghadapi segala pencobaan, Dialah yang akan memulihkan Anda sepenuhnya. Dia yang akan memberikan kekuatan ekstra sehingga Anda seperti burung rajawali, akan terbang tinggi bersama-Nya (Yes. 40:31) Diskusi renungan ini di Facebook:
Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
|
|
© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org |